Menguatkan Tali Persaudaraan di Tanah Rantau, IKAWANGI Provinsi Jambi Rayakan Hari Jadi ke-7 dalam Balutan Harmoni Kebudayaan
MUARO JAMBI-Suasana sarat kehangatan dan kebersamaan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7 Ikatan Keluarga Banyuwangi (IKAWANGI) Provinsi Jambi. Kegiatan yang diselenggarakan di Sekretariat IKAWANGI, Jalan Sukomoro RT 18 Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi pada Sabtu malam (27/09/2026) tersebut berlangsung khidmat, meriah, dan penuh nuansa kekeluargaan.
Momentum bersejarah ini dihadiri oleh jajaran Koordinator Wilayah (Korwil) IKAWANGI dari pelbagai kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi. Istimewanya, kehadiran perwakilan Keluarga Besar Banyuwangi dari Provinsi Lampung turut melengkapi semaraknya perhelatan ini, disamping jajaran tokoh masyarakat dan pimpinan organisasi paguyuban daerah setempat.
Rangkaian acara diawali pada pukul 19.30 WIB dengan pembacaan doa selamat serta tahlilan bersama. Prosesi spiritual ini ditujukan untuk memanjatkan doa terbaik bagi para tokoh dan sesepuh IKAWANGI yang telah berpulang ke Rahmatullah. Sebagai puncak rasa syukur, acara dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng yang dipimpin langsung oleh Ketua IKAWANGI Provinsi Jambi, Panut, S.Pd.I.
Semangat persaudaraan yang begitu kental terpatri kuat melalui semboyan khas masyarakat Banyuwangi yang terus digaungkan sepanjang acara: “Riko dhulur isun, isun dhulur riko, riko lan isun sudhluran selawase”—sebuah manifestasi makna mendalam bahwa seluruh warga adalah saudara untuk selamanya.
Dalam pembukaannya, Panut, S.Pd.I. menegaskan bahwa IKAWANGI bukan sekadar ruang silaturahmi bagi para perantau asal Jawa Timur, melainkan juga wahana strategis untuk nguri-nguri atau melestarikan kebudayaan luhur Banyuwangi di bumi Sepucuk Jambi Lurah Sembilan.
“Harapan kita adalah memajukan seluruh warga IKAWANGI di tanah rantau. Kebudayaan Banyuwangi yang kita bawa diproyeksikan dapat berkolaborasi secara harmonis dengan kebudayaan lokal Jambi serta kebudayaan Jawa yang telah berkembang di sini. Kami terus membangun komunikasi yang konstruktif agar seni, lagu, dan kultur Banyuwangi mampu menyatu indah dalam harmoni keberagaman masyarakat Jambi,” ujar Panut.
Lebih lanjut, Panut mengungkapkan bahwa IKAWANGI Jambi kini telah mengayomi ribuan anggota. Melalui peringatan usia yang ke-7 ini, ia berharap eksistensi organisasi semakin mengakar luas serta mampu melahirkan generasi penerus yang konsisten menjaga warisan seni, seperti Tari Gandrung Banyuwangi.
Panut juga menggarisbawahi tanggung jawab moral para perantau untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah tempat mereka berpijak.
“Sebagai perantau yang mencari sandang, pangan, dan rezeki di Jambi, sudah selayaknya kita turut menyokong program pemerintah daerah. Melalui pendekatan seni, budaya, dan adat istiadat, kita wujudkan sinergi dan kolaborasi yang kokoh antara Banyuwangi dan Jambi,” tambahnya.
Kehadiran IKAWANGI kian mempertegas predikat Provinsi Jambi sebagai miniatur Indonesia yang kaya akan pluralisme. Melalui semangat paseduluran pada peringatan HUT ke-7 ini, IKAWANGI diharapkan terus menjadi jembatan kebudayaan sekaligus perekat jalinan persaudaraan demi merawat harmoni keberagaman di Tanah Jambi.
Related Articles