Peringati HUT ke-7, IKAWANGI Jambi Perkuat Tali Silaturahmi dan Harmony Kolaborasi Budaya
MUARO JAMBI-Nuansa kehangatan dan semangat persaudaraan menyelimuti Sekretariat Ikatan Keluarga Banyuwangi (IKAWANGI) Provinsi Jambi yang berlokasi di Jalan Sukomoro RT 18, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Sabtu (26/9/2026) malam. Paguyuban warga perantauan asal Tanah Blambangan ini menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7 dengan mengusung tatanan acara yang hidmat, sederhana, namun sarat makna.
Meskipun dikemas dalam suasana penuh kesederhanaan, perhelatan yang dimulai pukul 19.30 WIB tersebut berlangsung meriah dan dihadiri oleh jajaran Koordinator Wilayah (Korwil) IKAWANGI dari pelbagai kabupaten/kota se-Provinsi Jambi. Istimewanya, jalinan paseduluran ini turut diperkuat dengan kehadiran perwakilan Keluarga Besar Banyuwangi dari Provinsi Lampung, tokoh masyarakat, perwakilan organisasi paguyuban daerah sahabat, serta para tamu undangan.
Rangkaian perayaan diawali dengan panjatan doa selamat dan tahlilan bersama sebagai bentuk penghormatan serta pengiriman doa bagi para tokoh dan sesepuh IKAWANGI yang telah berpulang ke Rahmatullah. Suasana haru dan khidmat tersebut kemudian dilanjutkan dengan seremoni pemotongan tumpeng oleh Ketua IKAWANGI Provinsi Jambi, Panut, S.Pd.I., yang Sekaligus membuka secara resmi jalannya acara.
Semangat persaudaraan perantau begitu kental mengudara sepanjang malam, selaras dengan slogan khas masyarakat Banyuwangi yang terus digaungkan: “Riko dhulur isun, isun dhulur riko, riko lan isun sudhluran selawase” (Engkau saudaraku, aku saudaramu, kita bersaudara selamanya).
Dalam pimpinannya, Ketua IKAWANGI Provinsi Jambi, Panut, S.Pd.I., menegaskan bahwa IKAWANGI bukan sekadar wadah berhimpun dan bersilaturahmi bagi ribuan warga Banyuwangi di Tanah Melayu Jambi, melainkan benteng pertahanan budaya yang mengemban misi mulia untuk nguri-nguri (merawat dan melestarikan) warisan leluhur.
“Momentum ulang tahun ke-7 ini menjadi pijakan penting untuk memperluas eksistensi IKAWANGI sekaligus membangun jembatan akulturasi. Kami berharap kultur Banyuwangi dapat berkolaborasi secara harmonis dengan kultur lokal Jambi maupun ragam budaya Jawa yang tumbuh subur di sini. Kesenian adiluhung seperti Tari Gandrung Banyuwangi serta alunan musik daerah kami harapkan dapat terus berkembang, diterima dengan hangat, dan memiliki generasi penerus di Provinsi Jambi,” ujar Panut.
Lebih lanjut, Panut juga menekankan pentingnya tanggung jawab moral dan kontribusi nyata warga perantauan terhadap bumi tempat mereka berpijak. Menurutnya, falsafah "di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung" harus diwujudkan melalui partisipasi aktif mendukung pembangunan daerah.
“Sebagai perantau yang mengadu nasib, mencari sandang dan pangan di Jambi, sudah selayaknya kita turut berkontribusi membangun daerah ini. Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan seni, budaya, dan adat istiadat yang saling bersinergi demi mewujudkan harmoni pembangunan,” tambahnya.
Kehadiran IKAWANGI yang kian mengakar ini sekaligus mempertegas posisi Provinsi Jambi sebagai miniatur Indonesia yang ramah, inklusif, dan kaya akan keberagaman. Melalui peringatan HUT ke-7 ini, IKAWANGI Provinsi Jambi memperkokoh komitmennya untuk terus merawat benih-benih persatuan, merajut kolaborasi lintas budaya, serta menjaga rajutan keharmonisan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
Related Articles