Mengusung Tema “Mendengarkan Suara Bumi”, Peringatan Hari Pangan Sedunia Tingkat Dekanat Jambi Dipusatkan di Gereja St. Gregorius Agung

Ekonomi 23 Oct 2026 11:58 • 3 min read • 163 views • By Djohan

Share berita ini

Mengusung Tema “Mendengarkan Suara Bumi”, Peringatan Hari Pangan Sedunia Tingkat Dekanat Jambi Dipusatkan di Gereja St. Gregorius Agung
SRTV Jambi- Gereja Katolik St. Gregorius Agung Jambi menjadi tuan rumah penyelenggaraan Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) 2026 Tingkat Dekanat Jambi yang berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat, 23 Oktober hingga Minggu, 25 Oktober 2026.

SRTV JAMBI-Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) Tahun 2026 Tingkat Dekanat Jambi resmi diselenggarakan selama tiga hari, terhitung sejak Jumat (23/10/2026) hingga puncaknya pada Minggu (25/10/2026). Perayaan yang dipusatkan di Gereja Katolik St. Gregorius Agung Jambi ini mengusung tema “Mendengarkan Suara Bumi”. Kegiatan bertaraf keuskupan/dekanat ini dirancang bukan sekadar sebagai seremonial tahunan, melainkan sebagai wadah edukasi, kepedulian lingkungan, dan aksi nyata ketahanan pangan bagi jemaat serta masyarakat luas.

 

Ketua Pelaksana Kegiatan, Isa Maranata, S.E., menegaskan bahwa tema "Mendengarkan Suara Bumi" diangkat sebagai ajakan mendalam bagi seluruh umat untuk memaknai pangan secara utuh. Menurutnya, pangan bukan sekadar pemenuh kebutuhan jasmani semata, melainkan anugerah Pencipta yang menuntut tanggung jawab bersama dalam merawat keutuhan ciptaan. Semangat tersebut diterjemahkan ke dalam rangkaian acara intensif selama tiga hari yang memadukan perayaan liturgi, pembekalan materi edukatif, pelatihan praktis, pameran bazar pangan lokal, operasi pasar murah, hingga peluncuran program lingkungan hidup SEMAI Agrobiopori.

 

 

Rangkaian kegiatan diawali pada Jumat (23/10/2026) sore dengan perayaan Misa Pembukaan, yang dilanjutkan dengan santap malam bersama serta pengarahan umum mengenai urgensi Hari Pangan Sedunia. Memasuki hari kedua, Sabtu (24/10/2026), seluruh peserta diberikan pembekalan komprehensif mengenai ketahanan pangan, dilanjutkan dengan pelatihan dan praktik langsung pengolahan pangan, pengelolaan sampah mandiri, serta teknik pertanian ramah lingkungan. Pada Sabtu malam, suasana kebersamaan makin erat melalui gelaran Malam Keakraban yang mempertemukan seluruh kontingen dari berbagai daerah di wilayah Dekanat Jambi.

 

 

Puncak perayaan yang berlangsung pada Minggu (25/10/2026) dipastikan berlangsung semarak dengan rencana kehadiran Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.KM. Dalam acara puncak tersebut, Wali Kota Jambi bersama pengurus dekanat secara resmi meluncurkan gerakan Celengan Sampah dan meresmikan Demplot SEMAI Agrobiopori. Peluncuran gerakan Celengan Sampah ini bertujuan mengajak umat dan masyarakat luas mengelola sampah secara bertanggung jawab dari tingkat rumah tangga, sebuah langkah konkret yang dinilai sangat selaras dengan visi pembangunan daerah melalui Program Jambi Bahagia.

Selain seremonial resmi, acara puncak HPS 2026 juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan berbasis pemberdayaan masyarakat. Panitia menghadirkan Operasi Pasar Murah hasil kerja sama dengan Perum Bulog dan Indogrosir Jambi, Bazar UMKM pangan lokal, serta pertunjukan hiburan rakyat. Masyarakat yang hadir juga dimanjakan dengan sajian keanekaragaman makanan tradisional dan alternatif, serta aksi pembagian bibit tanaman gratis, seperti bibit cabai dan tomat, guna mendorong gerakan menanam mandiri di pekarangan rumah.

 

 

Kegiatan HPS Tingkat Dekanat Jambi ini diikuti oleh ratusan utusan dari 8 paroki dan pos pelayanan se-Dekanat Jambi. Rincian partisipan meliputi Paroki St. Gregorius Agung Jambi sebanyak 30 orang, Paroki St. Theresia Jambi (20 orang), Paroki St. Maria Ratu Rosario Jambi (10 orang), Paroki St. Paulus Muaro Bungo (10 orang), Paroki St. Isodorus Singkut (10 orang), Paroki St. Perawan Maria Bunda Gereja Kabupaten Tebo (10 orang), Paroki St. Ignatius Loyola Bangko (10 orang), serta Pos Pelayanan St. Lidwina Simpang Rambutan (10 orang). Melalui sinergi lintas paroki ini, peringatan HPS 2026 diharapkan membawa dampak nyata bagi kelestarian lingkungan dan kemandirian pangan di Provinsi Jambi.

SRTV Jambi