Dua Mantan Gubernur, Dua Arus Politik: Menatap Siluet Pilgub Jambi 2031

Politik 06 Aug 2026 11:50 2 min read 5 views By bembenk

Share berita ini

Dua Mantan Gubernur, Dua Arus Politik: Menatap Siluet Pilgub Jambi 2031
SRTV Jambi-Meski helatan Pemilihan Gubernur Jambi tahun 2031 masih membentang lima tahun ke depan, dinamika politik di Tanah Sepucuk Jambi Lurah Sembilan mulai m...

SRTV-Meski helatan Pemilihan Gubernur Jambi tahun 2031 masih membentang lima tahun ke depan, dinamika politik di Tanah Sepucuk Jambi Lurah Sembilan mulai menghangat. Dua nama besar yang pernah menjadi nahkoda provinsi ini—Hasan Basri Agus (HBA) dan Zumi Zola—kembali mengapung dalam pusaran diskursus publik. Kendati pernah bertarung di panggung kompetisi yang sama, jalan politik yang ditempuh kedua figur tersebut menuju 2031 justru bergerak ke arah yang bertolak belakang.

Zumi Zola kini mulai mengisyaratkan kesiapannya untuk kembali merambah gelanggang politik. Mantan Gubernur Jambi tersebut tidak menutup pintu kala namanya kembali disuarakan dalam bursa calon kepala daerah. Sebagai kader Partai Amanat Nasional (PAN), Zola menegaskan kesiapannya mengawal setiap keputusan dan arahan strategis partai.

Peta politik Zola kian menyita perhatian. Selain berstatus sebagai mantan gubernur dan putra dari mendiang Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin, posisi tawarnya kian kokoh setelah mempersunting Putri Zulkifli Hasan. Statusnya sebagai menantu Ketua Umum PAN membuka akses politik yang kian lapang menuju lingkar utama partai. Hal ini menjadi modal krusial mengingat PAN merupakan salah satu kekuatan politik dominan yang menguasai perolehan kursi terbanyak di DPRD Provinsi Jambi hasil Pemilu 2024.

Kendati demikian, alur menuju kursi kepemimpinan tidak sepenuhnya lapang bagi Zola. Rekam jejak kasus korupsi yang pernah menghentikan masa jabatannya masih membayangi. Di saat yang sama, gelombang antusiasme publik secara masif untuk mendorongnya kembali memimpin Jambi belum sepenuhnya mengkristal. Popularitas yang masih terjaga belum tentu berbanding lurus dengan pemulihan kepercayaan masyarakat.

Sebaliknya, Hasan Basri Agus justru berada dalam situasi kontras. Gelombang desakan agar Gubernur Jambi periode 2010–2015 ini kembali turun gunung justru berembus kian kencang. Sejumlah tokoh masyarakat dilaporkan berulang kali menyambangi HBA untuk meminta kesediaannya mempertimbangkan peluang maju pada Pilgub Jambi 2031. Pengalaman, energi, jaringan luas, serta kematangan berpikir HBA dinilai masih sangat dibutuhkan untuk mengawal arah pembangunan daerah.

Namun, semakin deras dorongan itu mengalir, HBA justru semakin kukuh dalam pendiriannya. Ia memilih tidak menunjukkan ambisi politik untuk kembali memperebutkan kursi gubernur. Bagi HBA, mendedikasikan diri memimpin Jambi selama satu periode sudah cukup. Ia memahami betul besarnya beban, tekanan, dan tanggung jawab dari jabatan tersebut.

Dibanding kembali mengejar kekuasaan eksekutif, HBA memilih melanjutkan kontribusi bagi Jambi melalui alur pengabdian yang berbeda. Langkah ini diambil sekaligus untuk membuka ruang regenerasi politik, memberikan kesempatan luas bagi lahirnya figur-figur baru yang siap melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan di Provinsi Jambi.

 

SRTV Jambi